Saat kejadian, korban bahkan diancam
dengan senjata tajam sebelum akhirnya, dicabuli pelaku. Kejadian itu dialami
Nonik di ruas jalan Dusun Sumber Kotes, Desa Segaran, Kecamatan Gedangan,
Kabupaten Malang, sekitar pukul 12.30 wib hari Selasa (8/3/2016).
"Biasanya korban berangkat les
dengan teman-temanya. Rame-rame, tapi saat itu dia hanya berangkat dua orang,
bersama seorang anak perempuan seusianya," ungkap Kepala Dusun Sumber
Kotes, Budi Ariyadi, Kamis (10/3/2016).
Budi menjelaskan, ketika korban
berjalan sejauh 500 meter dari rumahnya, tiba-tiba seorang laki-laki menghadang
dan mengancam dengan sebilah sabit. Pelaku yang tidak dikenal ini memaksa Nonik
masuk ke kebun tebu.
"Korban dipaksa masuk ke ladang
tebu. Sementara satu temannya, diperintah pelaku agar menunggu di pinggir
ladang tebu," ujar Budi.
Pada saat kejadian, lanjut Budi,
korban diancam akan dibunuh oleh pelaku jika berteriak. Karena takut, korban
pun diam dan menuruti keinginan tersangka.
"Di kebun tebu korban dicabuli.
Sementara temannya terus menunggu," bebernya.
Usai berbuat cabul, pelaku
melepaskan korban dan kabur. Nonik dan seorang temanya akhirnya batal ke tempat
les. Di sepanjang jalan pulang ke rumah, Nonik pun menangis dan bertemu neneknya. Setelah bertemu sang
nenek, Nonik pun menceritakan apa yang baru saja dialaminya.
"Pada neneknya, korban bilang
jika ada orang gila yang baru saja mencabuli dirinya," terang Budi.
Mendengar pengakuan cucunya, sang
nenek langsung melapor ke perangkat desa. Laporan tersebut kemudian diteruskan
ke Polsek Gedangan. Selanjutnya kasus ini diteruskan ke Unit Perlindungan
Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. Pasca kejadian itu, warga sempat
mencari orang tak dikenal yang sudah berbuat asusila terhadap korban.
Namun sampai hari ini, pelaku tidak
juga diketahui keberadaanya. Sementara korban, langsung dibawa ke RSUD
Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang,
untuk menjalani visum.