![]() |
| Mobil Goyang |
Sepasang pelajar salah satu SMA di
Yogyakarta digerebek petugas Polsek Gondokusuman saat sedang asik mesum di
dalam mobil (mobil goyang).
Saat dilakukan kepergok, mereka
dalam keadaan tidak mengenakan baju lengkap alias telanjang.
Misteri Mobil Goyang, Ternyata Sepasang Pelajar Sedang Asyik 'Gituan'
Kapolsek Gondokusuman AKP Eko
Basunando, mengatakan sangat prihatin dengan perbuatan para remaja itu. Sangat
disayangkan karena mereka ini masih berstatus pelajar.
Sepasang pelajar yang masih duduk di
bangku kelas XI dan XII SMA itu diamankan di daerah Kotabaru Yogayakarta, Rabu malam.
Kapolsek mengatakan, terungkapnya peristiwa
mobil bergoyang itu bermula ketika
seorang security salah satu gedung mengecek kamera CCTV.
Saat itu, saksi mencurigai adanya
mobil yang terparkir di dekat gedung.
Kecurigaan itu muncul sebab mobil
terlihat bergoyang-goyang.
Security kemudian melakukan
pengamatan lebih dekat.
Dari hasil pengmatan didapati di
dalam mobil sepasang remaja yang sedang asik bercumbu layaknya suami istri.
Saksi selanjutnya melaporkan
kejadian itu ke Polsek Gondokusuman untuk mendapatkan tindakan lebih lajut.
Tidak butuh waktu lama, sekitar
pukul 21.00, sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi langsung
menggerebek mobil goyang tersebut.
Di dalam mobil, petugas mendapati
sepasang remaja dalam kondisi tidak berpakaian lengkap.
Berdasarkan informasi yang diperoleh,
saat itu remaja perempuan tidak mengenakan celana dalam sedangkan remaja
laki-laki tidak mengenakan celana luar.
Kemudian diperiksa identitasnya,
ternyata mereka masih berstatus pelajar. Oleh karena itu lalu dua insan yang ada
di mobil goyang dibawa ke kantor polsek.
Polisi segera menghubungi orangtua
kedua pelajar tersebut.
Sesampainya di Mapolsek
Gondokusuman, kedua pelajar serta orangtua keduanya langsung mendapatkan
pembinaan dari petugas.
Kedua pelajar mesum tersebut
kemudian diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak akan mengulangi
perbuatannya lagi didepan orangtua masing-masing.
Kapolsek berharap kepada para orangtua
agar meningkatkan pengawasan terhadap putra putrinya, terutama remaja yang
sedang mencari jati diri.
"Jangan sampai buah hati salah
bergaul dan terjerumus pada tindakan tak terpuji maupun terlibat
kriminalitas," imbaunya.
Edit : Admin
Sumber: Tribun Jogja
