Warga yang merasa curiga dengan aksi
pasangan mahasiswa tersebut, langsung menggedor pintu kamar kos yang saat itu
sedang dalam keadaan terkunci.
Menurut Dheno, warga setempat,
keduanya tidak langsung membuka pintu kamar kosnya saat warga datang. Setelah
lama digedor atau sekitar lima kali diketuk pintunya, baru mereka membuka.
"Saat digeledah, Dian yang
merupakan mahasiswi keperawatan sedang menggoreng ikan. Sementara Arif Rahman
bersembunyi dalam WC," ungkap Dheno, kepada wartawan, Jumat 4 Maret 2016.
Untuk menghindari amukan warga yang
merasa nama kampungnya tercoreng akibat ulah pasangan mahasiswa ini, keduanya
langsung diarak ke kantor Kelurahan Santi untuk diambil keterangannya.
Mereka pun akhirnya diproses, dibina
dan membuat pernyataan tertulis dihadapan lurah setempat, ketua RW, dan
Babinkantibmas agar tidak mengulangi perbuatannya.
"Dalam pernyataannya, jika
keduanya tertangkap lagi maka siap dinikahkan," pungkas Lurah Santi
Wahyudin.